" dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. "
(1 Samuel 1:10)
(1 Samuel 1:10)
Hana mandul dan tidak memiliki anak. Ia sangat sedih karena selalu berdoa agar Tuhan memberikannya anak atau keturunan. Kesedihan ini membuat Hana susah makan. Menelan nasi aja udah gak sanggup. Apa Hana kecewa sama Tuhan? Tidak! Meskipun ia merasakan kesedihan yang begitu dalam, Hana tidak pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Tuhan. Hana punya kasih yang besar kepada Tuhan sehingga ia gak protes karena ia sadar bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik baginya.
BOG youthers, kasih kita kepada Tuhan harus sejalan dengan iman percaya kita kepada-Nya. Percuma kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan tetapi kita masih ragu dengan semua rencana-Nya dalam hidup kita. Lihat kasih Hana yang bersabar dalam penderitaan dan menanti kemurahan Tuhan serta janji-Nya dengan penuh pengharapan. Hana mengasihi Tuhan dan ia juga punya iman besar. Kasihnya kepada Tuhan bukan sekadar membuktikan bahwa ia punya Tuhan tetapi ia juga punya pengharapan.
BOG youthers, banyak dari antara kita yang menghadapi masalah yang sangat-sangat rumit dan sangat menyedihkan. Seperti kisah seorang remaja yang satu ini, ia bercerita bagaimana ia sangat sedih dengan kepergian papanya yang mendadak di usia 45 tahun. Mereka menderita, bersedih dan sangat berduka. Namun sampai kapan mereka berduka? Ketika mereka memutuskan untuk tetap mengasihi Tuhan dan beriman bahwa hidup mereka akan jauh lebih baik, maka terbukti bahwa Tuhanpun berbalas dalam kehidupan mereka. Kasih kita yang tulus kepada Tuhan yang disertai iman percaya kita kepada-Nya pasti akan membuat hidup kita jauh lebih baik.
Better good in Him
+Love+and+Faith.png)
No comments:
Post a Comment