Friday, February 28, 2014

• Beware •

"Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku
dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku."
(Mazmur 19:15)

  Saya paling suka becanda sama teman-teman sepelayanan di gereja. Namun, kudu kira-kira juga karena terkadang ada beberapa orang gak begitu bisa diajak becanda dan bawaannya malah jadi tersinggung.
Nah, itu gawat.
Kita gak niat buat nyinggung malah jadi buat orang tersinggung. Jadi, terkadang saya nahan-nahan diri deh buat becanda sama orang-orang tertentu.
Demikian juga ketika saya mau ngobrol sama orang yang lebih tua dan juga sama yang lebih muda dari saya. Semua kudu di atur.

  Di atur bukannya ngobrol ala orang keraton tetapi kita mesti tau menggunakan kata-kata yang sopan dan berkenan di hati orang lain.

  BOG youthers, perkataan kita adalah refleksi dari diri kita yang sesungguhnya. Kalo perkataan kita kerjaanya hanya menghakimi dan menggosipkan orang lain maka itulah jati diri kita.
Perkataan kita bisa menjadi musuh buat orang lain dan membuat orang lain sakit hati, kecewa dan bahkan benci dengan kekristenan.
Makanya, kalo ngomong kudu dipikirkan dulu yaa youthers.

  Nah, kalo ngomong sama manusia aja kita kudu mikir mau mengeluarkan kata-kata seperti apa, maka kita lebih lagi mempertimbangkan perkataan apa yang akan kita ucapakan jika kita sedang berhadapan atau berkomunikasi sama TUHAN.
Apakah ucapan kita hanya berisikan protes dan protes berkepanjangan kepada Tuhan?
Keluh kesah yang gak ada rasa bersyukurnya atau sebaliknya?

  Hati-hati, jangan sampai TUHAN eneq dengan keluh kesah kita yang gak ada rasa syukurnya dan akhirnya menyerahkan diri kita ke dalam keluh kesah kita itu sendiri.
Tetapi jika pertaan kita adalah keluh kesah yang memohon pertolongan TUHAN dan bersandar kepada-Nya maka  Ia pasti akan memberi solusi kepada kita. Yup, AMIN!


• Don't Worry •

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
(Filipi 4:6)

  Semua manusia di dunia pasti pernah ngerasa kuatir dalam hidupnya.
Kuatir akan studi, kuatir gak punya temen, kuatir kalo gak bisa berhasil waktu melakukan sesuatu, kuatir akan perekonomian, sampai kuatir tentang masa depan.
Ngobrol masalah kuatir, itu wajar atau manusia banget.., kita emang manusia yang bisa ngerasa kuatir tentang apapun juga yang terjadi dalam hidup kita karena kita emang nggak ngerti apa yang bakal terjadi di depan kita, beberapa menit lagi kedepan apa lagi masa depan kita.

  Rasa kuatir jadi nggak wajar, kalo kita biarin rasa kuatir itu jadi sebuah ketakutan,
ia nguasain hidup kita dengan nipisin iman dan ngikis pengharapan, juga kepercayaan kita kepada-Nya.
BOG youthers, kekuatiran timbul karena keinginan buat ngendaliin kehidupan secara penuh, termasuk masa depan kita. Perasaan kuatir jadi menguat saat pengendalian diri kita atas hidup ini kerasa rendah.
Kita bisa aja kuatir kehilangan sesuatu yang berharga, misalnya barang, jabatan, kepandaian, fisik dan orang-orang yang kita sayangi. Kekuatiran akan semakin menjadi kalo kita ragu akan Dia.

  Firman Tuhan berkata, kita nggak boleh kuatir tentang apapun juga. Kalo kita mengalami kekuatiran, datanglah kepada-Nya, nyatai segala keinginan kita dalam doa juga ucapan syukur.
Percayalah, damai sejahtera-Nya yang akan memelihara setiap kita.

  So, supaya nggak kuatir, ubah sudut pandang kita dengan cara pandang Tuhan dan andalkan Dia setiap waktu. Kalo kita angkat tangan berserah pada-Nya, Tuhan pasti akan turun tangan buat kita. Amin!



Friday, February 21, 2014

• The Winner •

" Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini,
dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. "
(Wahyu 21:7)

      Saya dulu kalo ikutan lomba, kudu milih-milih. Saat Paskah, Natal, 17 Agustusan, atau acara-acara besar tertentu yang ada permainan dan hadiahnya, saya pasti senang. Tapi kalo saya liat hadiahnya yang harganya 25 ribu (biasanya payung, handul atau minuman botol), saya males ikutan. Tapi kalo hadiahnya di atas 50 ribu, saya pasti ikutan. Setiap kali ikutan lomba pasti tujuannya menang dan mendapatkan hadiah utama donk. Sayangnya, kalo lomba-lomba seperti itu saya gak pernah menang..hehehe, selalu aja kalah.
Tapi saya gak kecewa, toh juga buat senang-senang. Tapi kalo bicara lomba untuk melayani Tuhan dan mendapatkan hadiah serta upah di sorga, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hadiahnya.


      BOG youthers, hadiah terbesar saat kita berlomba dalam iman dan melayani Dia adalah kita memperoleh SEMUA, ingat tuh SEMUA yang Tuhan miliki akan menjadi milik kita dan kita akan dinyatakan sebagai ANAK-NYA alias kita sebagai ahli waris dari semua berkat-berkat dan kekayaan-Nya di sorga.
Jangan berpikir bahwa sorga hanya khayalan orang 'stress'. Justru orang yang gak mengakui adanya sorga dimana Tuhan bertahta adalah orang yang kehilangan tujuan hidup yang sebenarnya.


      Yup BOG youthers, mari kita berlomba dan jadilah pemenang. Jangan bermalas-malasan melayani Dia karena jika kita kalah dalam perlombaan maka udah jelas nanti dimana kita akan berakhir. 
Setiap pemenang akan berakhir masuk sorga dan akan berdiam bersama-sama Tuhan di dalam sorga.


Jangan pernah  patah semangat meskipun masalah kita numpuk dan sulit untuk diatasi. Karena kita punya Tuhan yang akan selalu menolong kita untuk dapat mengatasinya. Amin?


 

• Relasi Dan Bersosialisasi •

" dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri,
tetapi kepentingan orang lain juga "
(Filipi 2:4)

    Dunia makin maju, teknologi makin canggih. Banyak orang yang ngisi atau ngabisin waktunya dengan benda elektronik yang dipunyai. Ada yang sibuk dengan hp atau tabletnya buat kerja, email, chating, dengerin musik, main game atau surfing di dunia maya. Di zaman ini, orang jadi lupa bersosialisasi, berkomunikasi, menjalin hubungan sama orang lain terutama keluarga, karena asyik dengan piranti elektroniknya sendiri. Fenomena yang terjadi, ada yang satu rumah tapi semuanya asyik dengan alat elektroniknya sendiri, gak peduli di depannya ada orang tua, atau saudaranya. Ada lagi yang perginya barengan, tapi asyik utak-atik gadgetnya, tanpa peduli orang lain. Temenku bilang, itu namanya bersama-sama tapi kayak gak bersama sebenarnya.

    Gary Chapman, penulis buku 5 Bahasa Kasih, bilang Bahasa Kasih di antaranya adalah kata-kata, waktu mengesankan dan sentuhan. Artinya, penting banget untuk kita nyatain kasih dengan sediain waktu, ngasih kata motivasi juga kontak fisik untuk beri dukungan buat orang lain. Gak sekedar pergi, duduk atau makan bareng, ada komunikasi dan aktivitas yang dilakuin sama-sama.

    BOG youthers, yuk belajar untuk ngak egois, yang sibuk dengan kepentingan atau kesenangan diri sendiri, tanpa peduli dan jalin hubungan plus komunikasi dengan orang lain, terutama keluarga kita.
Yuk jalin relasi dengan cara bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat kita, orang tua, saudara, sahabat dan lain sebagainya seefektif, sedekat dan sebaik mungkin.
Dengan demikian, kita bakal bertumbuh jadi pribadi yang peduli serta peka akan sekitar kita.



Saturday, February 15, 2014

• Love And Faith •

" dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. "
(1 Samuel 1:10)

Hana mandul dan tidak memiliki anak. Ia sangat sedih karena selalu berdoa agar Tuhan memberikannya anak atau keturunan. Kesedihan ini membuat Hana susah makan. Menelan nasi aja udah gak sanggup. Apa Hana kecewa sama Tuhan? Tidak! Meskipun ia merasakan kesedihan yang begitu dalam, Hana tidak pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Tuhan. Hana punya kasih yang besar kepada Tuhan sehingga ia gak protes karena ia sadar bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik baginya.

BOG youthers, kasih kita kepada Tuhan harus sejalan dengan iman percaya kita kepada-Nya. Percuma kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan tetapi kita masih ragu dengan semua rencana-Nya dalam hidup kita. Lihat kasih Hana yang bersabar dalam penderitaan dan menanti kemurahan Tuhan serta janji-Nya dengan penuh pengharapan. Hana mengasihi Tuhan dan ia juga punya iman besar. Kasihnya kepada Tuhan bukan sekadar membuktikan bahwa ia punya Tuhan tetapi ia juga punya pengharapan.

BOG youthers, banyak dari antara kita yang menghadapi masalah yang sangat-sangat rumit dan sangat menyedihkan. Seperti kisah seorang remaja yang satu ini, ia bercerita bagaimana ia sangat sedih dengan kepergian papanya yang mendadak di usia 45 tahun. Mereka menderita, bersedih dan sangat berduka. Namun sampai kapan mereka berduka? Ketika mereka memutuskan untuk tetap mengasihi Tuhan dan beriman bahwa hidup mereka akan jauh lebih baik, maka terbukti bahwa Tuhanpun berbalas dalam kehidupan mereka. Kasih kita yang tulus kepada Tuhan yang disertai iman percaya kita kepada-Nya pasti akan membuat hidup kita jauh lebih baik.

Better good in Him


• As You Wish •

" Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."
(Lukas 6:31)

Saya ngerjain seorang anak nakal yang bermain di depan rumah saya. Anaknya baru berusia 4 tahun.
Bocah laki-laki kecil ini mencubit pipi temannya, anak perempuan yang seusia dengannya. Anak perempuan ini menangis. Saya langsung deketin bocah laki-laki itu dan mencubit pipinya. Ia pun menangis. Saya bilangin, "Gak boleh nangis. Tadi kamu cubit pipi temen kamu. Jadi kamu juga harus merasakan sakitnya."
Dia kemudian mencubit tangan temannya, saya juga balik tarik tangganya sampai ia berteriak, "Jangan begituuu!" Saya menjawab, "Makanya kamu jangan begitu juga sama temen-temen kamu."

Saya tau bagaimana rasanya difitnah makanya saya gak mau memfitnah orang lain. Saya tau rasanya kena tipu dan dibohongi makanaya saya gak mau menipu dan ngebohongin orang lain. Saya gak mau memusuhi orang lain karena saya sendiri gak mau dijadikan musuh oleh siapapun. Lebih tepatnya, apa yang saya pengen terjadi dalam hidup saya demikian juga saya harus berbuat sama dengan orang lain.




BOG youthers, hidup seperti 'lampu aladin' yang digosok dan kita berharap apa yang kita minta akan terkabulkan.
Tindakan kita yang mengasihi akan mengabulkan keinginan kita yang ingin dikasihi.
Tindakan kita yang ringan tangan/membantu maka akan mengabulkan keinginan kita untuk mendapatkan bantuan dari sesama kita.




Sebaliknya, tindakan kita yang jahat akan mengabulkan hasrat jahat kita untuk mendapatkan kejahatan pula. 
Makanya hati-hati dalam bertindak. Lakukanlah seperti apa yang kita harapkan dari orang lain lakukan kepada kita.

Friday, February 14, 2014

• Yoga Iman •

"Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya."
(Lukas 2:19)

Saya gak pernah ikut Yoga. Waktu saya nonton TV yang mengajarkan cara melakukan Yoga, ternyata cukup membosankan (menurut saya) tetapi menyehatkan. Duduk diam di atas matras, menutup mata, melipat kaki dan meletakkan kedua tangan di atas paha. Lalu berdiam 15 hingga 45 menit (tergantung berapa lama yoganya). Kalo saya yang melakukan hal ini maka saya pasti tertidur karena membosankan. Tetapi setelah itu, orang yang melakukan yoga tadi beranjak dari matrasnya dan sekujur tubuhnya penuh keringat. Saya bingung aja, cuma duduk dan berdiam diri kok bisa keringat dan terlihat kelelahan.

BOG youthers, yoga adalah olah raga yang tidak begitu heboh dengan melompat, lari atau kejar mengejar bola. Yoga dilakukan dengan santai, tenang dan dengan pikiran yang plong. Demikian pula ketika kita berhadapan dengan banyak perkara dalam hidup kita. Jangan langsung heboh dengan emosi, marah dan melampiaskan dengan berbagai macam dosa dan pelanggaran. Mari kita hadapi masalah seperti orang sedang beryoga. Belajar santai, mengosongkan pikiran dan berkonsentrasi kepada TUHAN. Ungkapkan semua dan lepaskan semua beban kita kepada-Nya. Minta hikmat-Nya agar kita bisa merenungkan apa yang sedang terjadi dalam hidup kita hingga kita bisa melihat hikmah dari semua masalah yang kita hadapi.

BOG youthers, semua masalah gak mesti diresponi dengan sikap keras dan tindakan tiba-tiba yang belum dipikirkan matang-matang. Semua harus kita simpan dalam hati, renungkan dan dapatkan hikmahnya dari Tuhan. Minta penjelasan dari Tuhan sehingga kita bisa menemukan solusi yang justru lebih baik, aman dan tidak mengecewakan.