"Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku
dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku."
(Mazmur 19:15)
Saya paling suka becanda sama teman-teman sepelayanan di gereja. Namun, kudu kira-kira juga karena terkadang ada beberapa orang gak begitu bisa diajak becanda dan bawaannya malah jadi tersinggung.
Nah, itu gawat.
Kita gak niat buat nyinggung malah jadi buat orang tersinggung. Jadi, terkadang saya nahan-nahan diri deh buat becanda sama orang-orang tertentu.
Demikian juga ketika saya mau ngobrol sama orang yang lebih tua dan juga sama yang lebih muda dari saya. Semua kudu di atur.
Di atur bukannya ngobrol ala orang keraton tetapi kita mesti tau menggunakan kata-kata yang sopan dan berkenan di hati orang lain.
BOG youthers, perkataan kita adalah refleksi dari diri kita yang sesungguhnya. Kalo perkataan kita kerjaanya hanya menghakimi dan menggosipkan orang lain maka itulah jati diri kita.
Perkataan kita bisa menjadi musuh buat orang lain dan membuat orang lain sakit hati, kecewa dan bahkan benci dengan kekristenan.
Makanya, kalo ngomong kudu dipikirkan dulu yaa youthers.
Nah, kalo ngomong sama manusia aja kita kudu mikir mau mengeluarkan kata-kata seperti apa, maka kita lebih lagi mempertimbangkan perkataan apa yang akan kita ucapakan jika kita sedang berhadapan atau berkomunikasi sama TUHAN.
Apakah ucapan kita hanya berisikan protes dan protes berkepanjangan kepada Tuhan?
Keluh kesah yang gak ada rasa bersyukurnya atau sebaliknya?
Hati-hati, jangan sampai TUHAN eneq dengan keluh kesah kita yang gak ada rasa syukurnya dan akhirnya menyerahkan diri kita ke dalam keluh kesah kita itu sendiri.
Tetapi jika pertaan kita adalah keluh kesah yang memohon pertolongan TUHAN dan bersandar kepada-Nya maka Ia pasti akan memberi solusi kepada kita. Yup, AMIN!
+Pray+Beware.png)
+Pray+Dont+Worry.png)
+Pray+(The+Winner).png)
+Pray+(relasi+dan+berkomunikasi).png)
+Love+and+Faith.png)


