Saturday, March 8, 2014

• Budak Yang Terkenal •

"dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya."
( Markus 10:44 )

   Siapa nyangka kalo Yusuf, mantan narapidana, mantan budak dan bukan siapa-siapa malah ia yang menjadi orang nomer dua di Mesir. Padahal di Mesir banyak loh pangeran-pangeran yang pintar, anaka-anak pembesar yang berpendidikan dan juga pria-pria gagah yang pantas jadi orang nomer dua di Mesir selain Firaun. Tetapi koq kudu Yusuf yang mantan napi, yang jadi terkenal yah? Wuaaow!


   BOG youthers, inilah cara Tuhan bekerja. Ia hanya mengangkat orang-orang yang merendahkan diri dan juga merendahkan hati di hadapan Tuhan dan manusia. Jika Tuhan mengangkat orang yang sombong atau punya bibit-bibit angkuh, Tuhan tau bahwa orang tersebut gak bakal bisa jadi berkat dan gak bakal memuliakan Tuhan. Ia akan menyatakan bahwa karena dia sendirilah ia bisa sukses bukan karena Tuhan.

Pada umumnya dan emang semuanya begitu, orang yang sombong adalah orang yang mengutamakan diri sendiri dan tidak menjadikan Tuhan sebagai nomer 'satu'.


   Saya banyak membaca kisah bagaimana seorang tukang anggur menjadi seorang pemimpin, pengantar daging beku menjadi orang terkenal dan banyak lain sebagainya. BOG youthers, semua dari mereka yang raih kesuksesan tidak secepat kilat terkenal seperti ajang pencarian bakat. Mereka semua mulai dari nol dan pelan-pelan Tuhan mengangkat mereka menjadi orang hebat. Dan yang patut di acungkan jempol adalah saat mereka menjadi orang terkenal dan kaya, mereka tetap memilih untuk hidup sederhana dan rendah hati.Inilah tipe orang-orang yang pasti akan terus disertai Tuhan.

BOG youthers maukan disertai Tuhan?
Yuk, kita rendahkan diri dan rendahkan hati kita di hadapan Tuhan dan manusia. Agar setiap janji-janjiNya boleh dinyatakan didalam hidup kita. Amin?!




• Ambil Bagian •

"Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu,
bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami,
kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami."
( 2 Korintus 1:7 )


    Sebuah keluarga sedang bersedih karena rumah mereka baru saja kebakaran. Beberapa tetangga membantu mereka untuk mengeluarkan beberapa barang di dalam rumah. Ada 2 orang tetangganya yang mengalami luka bakar karena berusaha mengeluarkan koper baju dan beras. Tetangga satunya lagi terbakar saat ia berusaha melemparkan semua barang yang di anggap penting dari balik jendela.


    Para tetangga ikut membantu meskipun mereka harus mengalami beberapa luka. Tapi bantuan mereka itu sangaat begitu berarti karena keluarga yang di timpa benca ini bisa memiliki semua barang berharga mereka kecuali rumah dan beberapa perabotan rumah saja.

    Singkat cerita, setahun berlalu anak pertama dari keluarga ya mengalami bencana tadi mendapat panggilan dari sebuah perusahaan mainan karena ia memenangkan hadiah dari kupon mainan yang secara iseng ia kirim. Ia memenangkan sejumlah uang yang mampu membeli rumah baru dan sebuah truk kecil untuk usaha.
Namun ia ingat bahwa ada banyak tetangga yang juga tidak beruntung secara finansial, maka ia membagikan sejumlah uang hadiah tersebut kepada para tetangga yang pernah membantu keluarganya saat kebakaran tahun lalu.


BOG youthers, ini yang namya saling berbagi suka dan duka.
Ketika rasul Paulus melayani jemaat di Korintus ia bisa melihat bagaimana jemaat Korintus mengambil bagian dalam kesengsaraan yang di alami rasul Paulus saat pelayanan, namun mereka juga tetap memberi dan penghiburan kepada Paulus dan jemaat lainnya. Ini baru namanya 'saudara seiman' sejati, selalu ambil bagian dalam segala situasi untuk saling membangun dan menguatkan. Yes!


Friday, February 28, 2014

• Beware •

"Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku
dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku."
(Mazmur 19:15)

  Saya paling suka becanda sama teman-teman sepelayanan di gereja. Namun, kudu kira-kira juga karena terkadang ada beberapa orang gak begitu bisa diajak becanda dan bawaannya malah jadi tersinggung.
Nah, itu gawat.
Kita gak niat buat nyinggung malah jadi buat orang tersinggung. Jadi, terkadang saya nahan-nahan diri deh buat becanda sama orang-orang tertentu.
Demikian juga ketika saya mau ngobrol sama orang yang lebih tua dan juga sama yang lebih muda dari saya. Semua kudu di atur.

  Di atur bukannya ngobrol ala orang keraton tetapi kita mesti tau menggunakan kata-kata yang sopan dan berkenan di hati orang lain.

  BOG youthers, perkataan kita adalah refleksi dari diri kita yang sesungguhnya. Kalo perkataan kita kerjaanya hanya menghakimi dan menggosipkan orang lain maka itulah jati diri kita.
Perkataan kita bisa menjadi musuh buat orang lain dan membuat orang lain sakit hati, kecewa dan bahkan benci dengan kekristenan.
Makanya, kalo ngomong kudu dipikirkan dulu yaa youthers.

  Nah, kalo ngomong sama manusia aja kita kudu mikir mau mengeluarkan kata-kata seperti apa, maka kita lebih lagi mempertimbangkan perkataan apa yang akan kita ucapakan jika kita sedang berhadapan atau berkomunikasi sama TUHAN.
Apakah ucapan kita hanya berisikan protes dan protes berkepanjangan kepada Tuhan?
Keluh kesah yang gak ada rasa bersyukurnya atau sebaliknya?

  Hati-hati, jangan sampai TUHAN eneq dengan keluh kesah kita yang gak ada rasa syukurnya dan akhirnya menyerahkan diri kita ke dalam keluh kesah kita itu sendiri.
Tetapi jika pertaan kita adalah keluh kesah yang memohon pertolongan TUHAN dan bersandar kepada-Nya maka  Ia pasti akan memberi solusi kepada kita. Yup, AMIN!


• Don't Worry •

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
(Filipi 4:6)

  Semua manusia di dunia pasti pernah ngerasa kuatir dalam hidupnya.
Kuatir akan studi, kuatir gak punya temen, kuatir kalo gak bisa berhasil waktu melakukan sesuatu, kuatir akan perekonomian, sampai kuatir tentang masa depan.
Ngobrol masalah kuatir, itu wajar atau manusia banget.., kita emang manusia yang bisa ngerasa kuatir tentang apapun juga yang terjadi dalam hidup kita karena kita emang nggak ngerti apa yang bakal terjadi di depan kita, beberapa menit lagi kedepan apa lagi masa depan kita.

  Rasa kuatir jadi nggak wajar, kalo kita biarin rasa kuatir itu jadi sebuah ketakutan,
ia nguasain hidup kita dengan nipisin iman dan ngikis pengharapan, juga kepercayaan kita kepada-Nya.
BOG youthers, kekuatiran timbul karena keinginan buat ngendaliin kehidupan secara penuh, termasuk masa depan kita. Perasaan kuatir jadi menguat saat pengendalian diri kita atas hidup ini kerasa rendah.
Kita bisa aja kuatir kehilangan sesuatu yang berharga, misalnya barang, jabatan, kepandaian, fisik dan orang-orang yang kita sayangi. Kekuatiran akan semakin menjadi kalo kita ragu akan Dia.

  Firman Tuhan berkata, kita nggak boleh kuatir tentang apapun juga. Kalo kita mengalami kekuatiran, datanglah kepada-Nya, nyatai segala keinginan kita dalam doa juga ucapan syukur.
Percayalah, damai sejahtera-Nya yang akan memelihara setiap kita.

  So, supaya nggak kuatir, ubah sudut pandang kita dengan cara pandang Tuhan dan andalkan Dia setiap waktu. Kalo kita angkat tangan berserah pada-Nya, Tuhan pasti akan turun tangan buat kita. Amin!



Friday, February 21, 2014

• The Winner •

" Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini,
dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. "
(Wahyu 21:7)

      Saya dulu kalo ikutan lomba, kudu milih-milih. Saat Paskah, Natal, 17 Agustusan, atau acara-acara besar tertentu yang ada permainan dan hadiahnya, saya pasti senang. Tapi kalo saya liat hadiahnya yang harganya 25 ribu (biasanya payung, handul atau minuman botol), saya males ikutan. Tapi kalo hadiahnya di atas 50 ribu, saya pasti ikutan. Setiap kali ikutan lomba pasti tujuannya menang dan mendapatkan hadiah utama donk. Sayangnya, kalo lomba-lomba seperti itu saya gak pernah menang..hehehe, selalu aja kalah.
Tapi saya gak kecewa, toh juga buat senang-senang. Tapi kalo bicara lomba untuk melayani Tuhan dan mendapatkan hadiah serta upah di sorga, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hadiahnya.


      BOG youthers, hadiah terbesar saat kita berlomba dalam iman dan melayani Dia adalah kita memperoleh SEMUA, ingat tuh SEMUA yang Tuhan miliki akan menjadi milik kita dan kita akan dinyatakan sebagai ANAK-NYA alias kita sebagai ahli waris dari semua berkat-berkat dan kekayaan-Nya di sorga.
Jangan berpikir bahwa sorga hanya khayalan orang 'stress'. Justru orang yang gak mengakui adanya sorga dimana Tuhan bertahta adalah orang yang kehilangan tujuan hidup yang sebenarnya.


      Yup BOG youthers, mari kita berlomba dan jadilah pemenang. Jangan bermalas-malasan melayani Dia karena jika kita kalah dalam perlombaan maka udah jelas nanti dimana kita akan berakhir. 
Setiap pemenang akan berakhir masuk sorga dan akan berdiam bersama-sama Tuhan di dalam sorga.


Jangan pernah  patah semangat meskipun masalah kita numpuk dan sulit untuk diatasi. Karena kita punya Tuhan yang akan selalu menolong kita untuk dapat mengatasinya. Amin?


 

• Relasi Dan Bersosialisasi •

" dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri,
tetapi kepentingan orang lain juga "
(Filipi 2:4)

    Dunia makin maju, teknologi makin canggih. Banyak orang yang ngisi atau ngabisin waktunya dengan benda elektronik yang dipunyai. Ada yang sibuk dengan hp atau tabletnya buat kerja, email, chating, dengerin musik, main game atau surfing di dunia maya. Di zaman ini, orang jadi lupa bersosialisasi, berkomunikasi, menjalin hubungan sama orang lain terutama keluarga, karena asyik dengan piranti elektroniknya sendiri. Fenomena yang terjadi, ada yang satu rumah tapi semuanya asyik dengan alat elektroniknya sendiri, gak peduli di depannya ada orang tua, atau saudaranya. Ada lagi yang perginya barengan, tapi asyik utak-atik gadgetnya, tanpa peduli orang lain. Temenku bilang, itu namanya bersama-sama tapi kayak gak bersama sebenarnya.

    Gary Chapman, penulis buku 5 Bahasa Kasih, bilang Bahasa Kasih di antaranya adalah kata-kata, waktu mengesankan dan sentuhan. Artinya, penting banget untuk kita nyatain kasih dengan sediain waktu, ngasih kata motivasi juga kontak fisik untuk beri dukungan buat orang lain. Gak sekedar pergi, duduk atau makan bareng, ada komunikasi dan aktivitas yang dilakuin sama-sama.

    BOG youthers, yuk belajar untuk ngak egois, yang sibuk dengan kepentingan atau kesenangan diri sendiri, tanpa peduli dan jalin hubungan plus komunikasi dengan orang lain, terutama keluarga kita.
Yuk jalin relasi dengan cara bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat kita, orang tua, saudara, sahabat dan lain sebagainya seefektif, sedekat dan sebaik mungkin.
Dengan demikian, kita bakal bertumbuh jadi pribadi yang peduli serta peka akan sekitar kita.



Saturday, February 15, 2014

• Love And Faith •

" dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. "
(1 Samuel 1:10)

Hana mandul dan tidak memiliki anak. Ia sangat sedih karena selalu berdoa agar Tuhan memberikannya anak atau keturunan. Kesedihan ini membuat Hana susah makan. Menelan nasi aja udah gak sanggup. Apa Hana kecewa sama Tuhan? Tidak! Meskipun ia merasakan kesedihan yang begitu dalam, Hana tidak pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Tuhan. Hana punya kasih yang besar kepada Tuhan sehingga ia gak protes karena ia sadar bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik baginya.

BOG youthers, kasih kita kepada Tuhan harus sejalan dengan iman percaya kita kepada-Nya. Percuma kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan tetapi kita masih ragu dengan semua rencana-Nya dalam hidup kita. Lihat kasih Hana yang bersabar dalam penderitaan dan menanti kemurahan Tuhan serta janji-Nya dengan penuh pengharapan. Hana mengasihi Tuhan dan ia juga punya iman besar. Kasihnya kepada Tuhan bukan sekadar membuktikan bahwa ia punya Tuhan tetapi ia juga punya pengharapan.

BOG youthers, banyak dari antara kita yang menghadapi masalah yang sangat-sangat rumit dan sangat menyedihkan. Seperti kisah seorang remaja yang satu ini, ia bercerita bagaimana ia sangat sedih dengan kepergian papanya yang mendadak di usia 45 tahun. Mereka menderita, bersedih dan sangat berduka. Namun sampai kapan mereka berduka? Ketika mereka memutuskan untuk tetap mengasihi Tuhan dan beriman bahwa hidup mereka akan jauh lebih baik, maka terbukti bahwa Tuhanpun berbalas dalam kehidupan mereka. Kasih kita yang tulus kepada Tuhan yang disertai iman percaya kita kepada-Nya pasti akan membuat hidup kita jauh lebih baik.

Better good in Him


• As You Wish •

" Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."
(Lukas 6:31)

Saya ngerjain seorang anak nakal yang bermain di depan rumah saya. Anaknya baru berusia 4 tahun.
Bocah laki-laki kecil ini mencubit pipi temannya, anak perempuan yang seusia dengannya. Anak perempuan ini menangis. Saya langsung deketin bocah laki-laki itu dan mencubit pipinya. Ia pun menangis. Saya bilangin, "Gak boleh nangis. Tadi kamu cubit pipi temen kamu. Jadi kamu juga harus merasakan sakitnya."
Dia kemudian mencubit tangan temannya, saya juga balik tarik tangganya sampai ia berteriak, "Jangan begituuu!" Saya menjawab, "Makanya kamu jangan begitu juga sama temen-temen kamu."

Saya tau bagaimana rasanya difitnah makanya saya gak mau memfitnah orang lain. Saya tau rasanya kena tipu dan dibohongi makanaya saya gak mau menipu dan ngebohongin orang lain. Saya gak mau memusuhi orang lain karena saya sendiri gak mau dijadikan musuh oleh siapapun. Lebih tepatnya, apa yang saya pengen terjadi dalam hidup saya demikian juga saya harus berbuat sama dengan orang lain.




BOG youthers, hidup seperti 'lampu aladin' yang digosok dan kita berharap apa yang kita minta akan terkabulkan.
Tindakan kita yang mengasihi akan mengabulkan keinginan kita yang ingin dikasihi.
Tindakan kita yang ringan tangan/membantu maka akan mengabulkan keinginan kita untuk mendapatkan bantuan dari sesama kita.




Sebaliknya, tindakan kita yang jahat akan mengabulkan hasrat jahat kita untuk mendapatkan kejahatan pula. 
Makanya hati-hati dalam bertindak. Lakukanlah seperti apa yang kita harapkan dari orang lain lakukan kepada kita.

Friday, February 14, 2014

• Yoga Iman •

"Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya."
(Lukas 2:19)

Saya gak pernah ikut Yoga. Waktu saya nonton TV yang mengajarkan cara melakukan Yoga, ternyata cukup membosankan (menurut saya) tetapi menyehatkan. Duduk diam di atas matras, menutup mata, melipat kaki dan meletakkan kedua tangan di atas paha. Lalu berdiam 15 hingga 45 menit (tergantung berapa lama yoganya). Kalo saya yang melakukan hal ini maka saya pasti tertidur karena membosankan. Tetapi setelah itu, orang yang melakukan yoga tadi beranjak dari matrasnya dan sekujur tubuhnya penuh keringat. Saya bingung aja, cuma duduk dan berdiam diri kok bisa keringat dan terlihat kelelahan.

BOG youthers, yoga adalah olah raga yang tidak begitu heboh dengan melompat, lari atau kejar mengejar bola. Yoga dilakukan dengan santai, tenang dan dengan pikiran yang plong. Demikian pula ketika kita berhadapan dengan banyak perkara dalam hidup kita. Jangan langsung heboh dengan emosi, marah dan melampiaskan dengan berbagai macam dosa dan pelanggaran. Mari kita hadapi masalah seperti orang sedang beryoga. Belajar santai, mengosongkan pikiran dan berkonsentrasi kepada TUHAN. Ungkapkan semua dan lepaskan semua beban kita kepada-Nya. Minta hikmat-Nya agar kita bisa merenungkan apa yang sedang terjadi dalam hidup kita hingga kita bisa melihat hikmah dari semua masalah yang kita hadapi.

BOG youthers, semua masalah gak mesti diresponi dengan sikap keras dan tindakan tiba-tiba yang belum dipikirkan matang-matang. Semua harus kita simpan dalam hati, renungkan dan dapatkan hikmahnya dari Tuhan. Minta penjelasan dari Tuhan sehingga kita bisa menemukan solusi yang justru lebih baik, aman dan tidak mengecewakan.





Saturday, January 25, 2014

• My Bodyguard •



“Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.”

( Mazmur 121:3 )
 

Archer sudah berusia 10 bulan. Ia mulai belajar berdiri dan berjalan. Saya dan beberapa orang dirumah harus ekstra hati-hati menjaganya. Jika tidak dijaga dengan hati-hati maka Archer bisa jatuh, kepalanya terbanting atau ia akan memegang colokan listrik yang akan membuat ia kesetrum. Jadi, 5 orang dewasa yang ada di rumah selalu siap siaga menjaganya agar ia tidak ‘celaka’.

BOG youthers, di mata Tuhan, kita juga seperti anak yang sedang belajar dan ingin tahu akan banyak hal akan sekitar kita. Tuhan izinkan kita untuk menjalaninya dan mencari tahu apa saja yang membuat kita penasaran! Tetapi Tuhan tidak melepaskan kita 100% tanpa pengawasan-Nya. Ia akan terus mengawasi gerak-gerik kita agar kita tidak terjatuh dan tidak salah jalan.



Demikian pula ketika kita sedang berhadapan dengan masalah yang berat. Tuhan gak akan membiarkan kita menjalaninya sendiri. Tangan-Nya yang kuat akan memegang kita. Kekuatan-Nya yang akan menopang kita. Ia adalah Bapa yang gak akan mungkin membiarkan anak-Nya sendirian berjalan dalam kesusahan.
 
Makanya aneh aja kalo ada anak-anak Tuhan yang mengatakan bahwa Tuhan gak peduli dan Tuhan gak pernah mendengar mereka. Mereka gak sadar kalo Tuhan itu sendiri selalu berjalan bersama mereka dan melindungi mereka. Apakah kita salah satu dari mereka yang meragukan penyertaan Tuhan? Pantaskah kita meragukan perlindungan-Nya di atas kayu salib buat kita?



i don't think so!




• Thank’s For Jesus •




“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, 
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
( Yesaya 53:5 )


Kalo dipikir-pikir, apa sih untungnya bagi Yesus mau disalib buat kita? Banyak hal yang harus Ia korbankan hanya untuk menyelamatkan kita dan semua itu gak ada untungnya buat Yesus. 

Pertama, Ia tidak dihargai di kampung halaman-Nya sendiri.
Bayangin aja kita pulang kampung dan para tetangga serta seisi kampung gak menghargai perbuatan baik yang kita lakukan karena kita hanyalah anak tukang kayu dan juga bekerja sebagai tukang kayu. Kedua, Ia dikhianati oleh murid-Nya sendiri yang menjual-Nya dengan harga 30 keping perak alias nyawa-Nya dijual murahan. Hal yang sangat menyinggung harga diri seseorang. Ketiga, Ia diseret ke pengadilan melebihi penjahat kelas atas.

Keempat, kepala-Nya ditaruh duri, dicambuk, dipaku, dan kemudian disalib. Kekejaman fisik yang luar    biasa. Penganiayaan brutal. Lalu apa untungnya bagi Yesus menjalani itu semua, dibandingkan dengan Ia duduk diam diatas tahta-Nya dan melihat kita dari sorga sana? Jika memang kita berbuat dosa dan dinyatakan sebagai pemberontak kebenaran, yah   Yesus tinggal mengadili kita saja dan mencampakkan kita ke dalam api neraka. Lalu cerita selesai! Dan dengan cara ini manusia akan lebih menghargai dan takut kepada Yesus karena Ia yang akan menjatuhkan hukuman atas kita.


BOG youthers, inilah hebatnya Yesus yang kita sembah. Ia mencintai dan mengasihi kita dan rela menjalani semua penderitaan agar kita terbebas dari hukuman dosa. Ia tidak mementingkan untung atau rugi saat menebus kita karena yang menjadi tujuan utama-Nya adalah menyelamatkan kita orang yang Ia kasihi tanpa syarat.


 



Friday, January 24, 2014

•Dilema Hidup•



Pernah ngerasain atau ngalamin 'dilema'?
Sebuah perasaan ragu atau bimbang saat kita kudu milih sesuatu dalam hidup ini. Saya pernah ngalamin, bahkan boleh dibilang sering dan itu nggak enak banget. Rasanya kalo boleh milih, nggak pernah ada pilihan itu.
 Tapi, yang namanya hidup kita semua mesti dihadapin sama yang namanya pilihan. Kadang waktu kita kudu milih, kita takut kalo nanti kita salah memilih dan memutuskan. Kita takut akan resiko atau konsekuensi yang kudu kita tanggung atas pilihan yang kita buat.

BOG youthers, apa saat ini kamu lagi ngadepin sebuah pilihan yang sulit, berat dan nggak enak? Apakah kamu lagi di persimpangan jalan. Mungkin saat ini, kamu lagi bingung kudu ngapain? Sebuah hal yang wajar en manusiawi banget kalo kita ngerasa bingung atau takut ambil keputusan. Tapi, berdiam atau bahkan nyerah dengan keadaan, bukan jawaban. Apa yang   kudu kita lakuin?  
BOG youthers, ketika kita nggak tau harus berbuat apa, pertama kita kudu tenang dulu.    Firman Tuhan bilang kalo kita tenang, kita bisa berdoa. So setelah kita tenang, kita mulai berdoa, andalkan Tuhan dengan melibatkan-Nya dalam setiap keputusan yang kita ambil, minta tanda sama Tuhan.
Gitu aja? 
Nggak dong, setelah kita berdoa sama Tuhan, kita juga kudu berserah sama kehendak Tuhan, dan percaya semua baik-baik aja. Setelah memutuskan, kita kudu percaya sama Dia, kalo semuanya tetap berada di kendali Tuhan dan Tuhan sanggup memberikan jawaban dan jalan keluar bagi kita.

Tetap andalkan Tuhan, Pribadi yang selalu sanggup dan terlalu mampu melakukan mukjizat dan melepaskan berkat bagi kita. AMEN!
Tuhan Yesus memberkati!