Saturday, January 25, 2014

• My Bodyguard •



“Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.”

( Mazmur 121:3 )
 

Archer sudah berusia 10 bulan. Ia mulai belajar berdiri dan berjalan. Saya dan beberapa orang dirumah harus ekstra hati-hati menjaganya. Jika tidak dijaga dengan hati-hati maka Archer bisa jatuh, kepalanya terbanting atau ia akan memegang colokan listrik yang akan membuat ia kesetrum. Jadi, 5 orang dewasa yang ada di rumah selalu siap siaga menjaganya agar ia tidak ‘celaka’.

BOG youthers, di mata Tuhan, kita juga seperti anak yang sedang belajar dan ingin tahu akan banyak hal akan sekitar kita. Tuhan izinkan kita untuk menjalaninya dan mencari tahu apa saja yang membuat kita penasaran! Tetapi Tuhan tidak melepaskan kita 100% tanpa pengawasan-Nya. Ia akan terus mengawasi gerak-gerik kita agar kita tidak terjatuh dan tidak salah jalan.



Demikian pula ketika kita sedang berhadapan dengan masalah yang berat. Tuhan gak akan membiarkan kita menjalaninya sendiri. Tangan-Nya yang kuat akan memegang kita. Kekuatan-Nya yang akan menopang kita. Ia adalah Bapa yang gak akan mungkin membiarkan anak-Nya sendirian berjalan dalam kesusahan.
 
Makanya aneh aja kalo ada anak-anak Tuhan yang mengatakan bahwa Tuhan gak peduli dan Tuhan gak pernah mendengar mereka. Mereka gak sadar kalo Tuhan itu sendiri selalu berjalan bersama mereka dan melindungi mereka. Apakah kita salah satu dari mereka yang meragukan penyertaan Tuhan? Pantaskah kita meragukan perlindungan-Nya di atas kayu salib buat kita?



i don't think so!




• Thank’s For Jesus •




“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, 
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
( Yesaya 53:5 )


Kalo dipikir-pikir, apa sih untungnya bagi Yesus mau disalib buat kita? Banyak hal yang harus Ia korbankan hanya untuk menyelamatkan kita dan semua itu gak ada untungnya buat Yesus. 

Pertama, Ia tidak dihargai di kampung halaman-Nya sendiri.
Bayangin aja kita pulang kampung dan para tetangga serta seisi kampung gak menghargai perbuatan baik yang kita lakukan karena kita hanyalah anak tukang kayu dan juga bekerja sebagai tukang kayu. Kedua, Ia dikhianati oleh murid-Nya sendiri yang menjual-Nya dengan harga 30 keping perak alias nyawa-Nya dijual murahan. Hal yang sangat menyinggung harga diri seseorang. Ketiga, Ia diseret ke pengadilan melebihi penjahat kelas atas.

Keempat, kepala-Nya ditaruh duri, dicambuk, dipaku, dan kemudian disalib. Kekejaman fisik yang luar    biasa. Penganiayaan brutal. Lalu apa untungnya bagi Yesus menjalani itu semua, dibandingkan dengan Ia duduk diam diatas tahta-Nya dan melihat kita dari sorga sana? Jika memang kita berbuat dosa dan dinyatakan sebagai pemberontak kebenaran, yah   Yesus tinggal mengadili kita saja dan mencampakkan kita ke dalam api neraka. Lalu cerita selesai! Dan dengan cara ini manusia akan lebih menghargai dan takut kepada Yesus karena Ia yang akan menjatuhkan hukuman atas kita.


BOG youthers, inilah hebatnya Yesus yang kita sembah. Ia mencintai dan mengasihi kita dan rela menjalani semua penderitaan agar kita terbebas dari hukuman dosa. Ia tidak mementingkan untung atau rugi saat menebus kita karena yang menjadi tujuan utama-Nya adalah menyelamatkan kita orang yang Ia kasihi tanpa syarat.


 



Friday, January 24, 2014

•Dilema Hidup•



Pernah ngerasain atau ngalamin 'dilema'?
Sebuah perasaan ragu atau bimbang saat kita kudu milih sesuatu dalam hidup ini. Saya pernah ngalamin, bahkan boleh dibilang sering dan itu nggak enak banget. Rasanya kalo boleh milih, nggak pernah ada pilihan itu.
 Tapi, yang namanya hidup kita semua mesti dihadapin sama yang namanya pilihan. Kadang waktu kita kudu milih, kita takut kalo nanti kita salah memilih dan memutuskan. Kita takut akan resiko atau konsekuensi yang kudu kita tanggung atas pilihan yang kita buat.

BOG youthers, apa saat ini kamu lagi ngadepin sebuah pilihan yang sulit, berat dan nggak enak? Apakah kamu lagi di persimpangan jalan. Mungkin saat ini, kamu lagi bingung kudu ngapain? Sebuah hal yang wajar en manusiawi banget kalo kita ngerasa bingung atau takut ambil keputusan. Tapi, berdiam atau bahkan nyerah dengan keadaan, bukan jawaban. Apa yang   kudu kita lakuin?  
BOG youthers, ketika kita nggak tau harus berbuat apa, pertama kita kudu tenang dulu.    Firman Tuhan bilang kalo kita tenang, kita bisa berdoa. So setelah kita tenang, kita mulai berdoa, andalkan Tuhan dengan melibatkan-Nya dalam setiap keputusan yang kita ambil, minta tanda sama Tuhan.
Gitu aja? 
Nggak dong, setelah kita berdoa sama Tuhan, kita juga kudu berserah sama kehendak Tuhan, dan percaya semua baik-baik aja. Setelah memutuskan, kita kudu percaya sama Dia, kalo semuanya tetap berada di kendali Tuhan dan Tuhan sanggup memberikan jawaban dan jalan keluar bagi kita.

Tetap andalkan Tuhan, Pribadi yang selalu sanggup dan terlalu mampu melakukan mukjizat dan melepaskan berkat bagi kita. AMEN!
Tuhan Yesus memberkati!

Saturday, January 18, 2014

• How To Make a Deal With Our Parents •



Zaman masa muda kita sama ortu jauh beda. Cara berpikir dan cara pandang kita juga berbeda. Hal inilah yang kadang bikin kita sama ortu gak sejalan.
Tetapi bukan berarti kita gak perlu ortu atau ortu gak penting dalam hidup kita. Ada tipsnya tuh gimana kita bisa menghadapi ortu. heheheh

Cekidot

Koreksi diri terlebih dahulu, apakah kita udah bersikap wajar, normal, baik dan gak neko-neko.
Lihat latar belakang ortu. Kalo ortu kita biasa tinggal di kampung dan terbiasa dengan kehidupan kota atau ortu cuma tamatan SD dan wawasannya gak luas, yah jangan salahin ortu. Tapi juga jangan remehkan mereka.
Jangan asal berpikir negatif ketika ortu larang ini dan itu. Cari tau dulu maksudnya ortu apa dan tujuannya apa. Setelah itu baru dirembukkan baik-baik.
Ingat firman Tuhan yang mengatakan, “Hormatilah orang tuamu.” Jadi, apapun itu, sejelek-jeleknya ortu kita dan sesalah-salahnya mereka dalam bertindak, tetep hormati mereka.
Ortu marah bukan berarti ortu benci kita. Terima aja, minta maaf dan ortu seneng. Bukti bahwa kita sayang dan hormat sama ortu.
Jangan pernah absen doakan ortu agar mereka sehat selalu, cinta Tuhan dan penuh kasih   sayang.


Well, gak terlalu banyak hal yang kudu kita lakukan agar kita bisa akur sama ortu.
 Selama kita selalu sayang ortu, menghargai dan mengerti ortu, semua bakal baik-baik aja.

 Tuhan Yesus memberkati!

Monday, January 13, 2014

• Hidup Sesuai Firman Tuhan •



Hi BOGyouth

Kali ini “Buletin BOGyouth” kembali hadir buat sahabat BOGyouth semua dengan tema
Hidup Sesuai Firman Tuhan”. Tadaaa..

Apa pentingnya sih “hidup sesuai dengan firman Tuhan itu?    Umm..??
Paling ga enak kalo kita kudu terikat oleh sesuatu. Apalagi kalo sesuatu itu tidak kita sukai.
Karena itu, ada kalanya kita suka gak taat sama orangtua; kita lebih milih untuk jalan sesuai dengan maunya kita sendiri. Padahal, untuk hidup dalam sebuah kesempurnaan seperti yang diinginkan Tuhan, maka kita pun memerlukan ketaatan pada suatu hal; entah itu peraturan, entah itu nasehat ortu. Jadi, kita gak hidup seenaknya sendiri.

BOG youthers, hidup sesuai firman Tuhan itu seringkali terasa gak menyenangkan. Terlalu banyak aturan. Hidup sesuai nasehat ortu itu membosankan. Terlalu banyak kata ‘gak boleh’. Tapi, marilah kita melihat bahwa semua hal itu akan membawa kebaikan bagi kita.

“Hidup gak seenaknya sendiri berarti hidup berkemenangan di kemudian hari”

Tuhan Yesus memberkati!